Lalalalalalala! Bahagianyaa hati ini. Yang tadinya sebel, jengkel, capek, ga keruan rasanya. . hilang waktu dipeluk suami. Waktu ketemu masih sebel. Habisnya, ga dijemput sih di stasiun. Padahal uda janji. Tapi jadi beda aja rasanya waktu berpelukan kaya teletubbies! :D Rasanya, nyaman. Damai. Aman. Menguatkan. Yah, itu kali ya yang namanya cinta. Setelah merhatikan sini situ, saya jadi dapat kesimpulan sekilas tentang cinta. Kurang lebih cinta itu menguatkan. Memberi kenyamanan dan kedamaian.
Saya merasa bangga dengan apa yang bisa saya rasakan terhadap suami saya. Karena menurut saya, hal ini akan semakin memperkuat jalinan hati kami berdua. Saya bangga, saya dianugerahi seorang suami yang bisa benar-benar mencintai saya. Meskipun dia belum mampu mencintai saya dengan benar, saya yakin sebentar lagi akan tiba saatnya suami saya menjadi seorang lelaki matang, pria matang, suami yang matang dan seorang ayah yang matang. Terlepas dari segala kekurangannya, saya percaya dia bertekad membahagiakan saya. Pun saya percaya dia akan menjadi ayah yang hebat bagi Ibrahim. Tugas sayalah untuk mengamati dan membantunya mengarahkan bahtera ini. Terutama disaat dia hilang arah seperti sekarang ini.
Saya belum mampu menyatakan bahwa ikatan batin kami berdua sebegitu kuatnya. Hanya saja saya dapat memastikan bahwa kami sedang menuju kesana. Tugas saya selanjutnya dan selamanya adalah, menguatkan ikatan batin antara kami dan Ibrahim - anak yang mamah papahnya masih belajar rumah tangga. Semoga kelak, kami bertiga bisa hidup bahagia bersama dan tidak kekurangan satu apapun. Amin. Diberi banyak limpahan rejeki jasmani rohani. Amin. Diberi kekuatan menuju surga. Amin. Dan diberi anugerah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Amin ya Rabb.
xoxo, ♥
Ridha Amalia
xoxo, ♥
Ridha Amalia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar