Jumat, 09 Desember 2011

Catatan PKL TQM ke Solo: Persiapkan Segalanya Dengan Benar

Kemarin saya PKL mata kuliah Total Quality Management (TQM) ke P.T. Air Mancur dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Mempelajari praktik TQM di P.T. Air Mancur tidak mengecewakan. Sebagai sebuah korporasi, mereka tentu menerapkan TQM. Terutama mengenai teori yang saya pelajari di mata kuliah TQM. Hal ini barangkali dipengaruhi oleh staf ahli yang, disini saya bertemu dengan pimpinan HRD, mengaplikasikan teori TQM dalam menjalankan perusahaan dan melayani pelanggan. Di sini apa yang saya pelajari bisa saya tanyakan ataupun saya simpulkan sendiri dari visi misi yang telah dijelaskan sebelumnya. Yang mengecewakan adalah ketika saya berkunjung ke UPT Perpustakaan UNS. Saya mendapati bahwa perpustakaan UNS sepertinya masih dalam tahap 1 menuju pembaharuan. Akan tetapi, ketika acara inti dimulai, saya tidak mendapatkan kesan khusus mengenai aspek TQM-nya. Saat tur dilaksanakan pun saya tidak bisa menangkap hal-hal yang menurut saya menggambarkan kualitas total. Saya hanya mendapat gambaran sekilas mengenai pelayanan kepada pelanggannya.
Entah, hal ini dipengaruhi oleh kondisi perut yang lapar dan mata yang mulai berat atau memang saat itu pihak UPT Perpus UNS kurang siap menyambut rombongan kampus saya. Tapi rasa ngantuk yang saya rasakan disini tidak separah di P.T. Air Mancur. Saya mulai galau. Kenapa saya ada disini? Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap UPT Perpus UNS, saya ikut merasa bangga perpus UNS telah mendapatkan ISO 90001: 2008. Hanya saja, saya kecewa dengan panitia penyelenggara yang memutuskan untuk studi banding ke UPT Perpus UNS. Entah saya yang kuper atau memang yang saya rasa benar. Menurut saya, studi banding harusnya tempat kita untuk memperbaiki diri. Memperbaiki diri terkait dengan TQM adalah melakukan perbaikan berkelanjutan (continous improvement). Perbaikan berkelanjutan dan pengembangan diri, menurut saya, dilakukan dengan cara belajar dari yang lebih baik dan yang terbaik. Kecuali jika tujuan kita untuk mensyukuri nikmat Allah, maka kita harus melihat ke bawah. Tapi kan disini konteksnya adalah perbaikan berkesinambungan, harusnya kita belajar ke tempat yang lebih baik. Saya benar-benar merasa kecewa yang sedalam-dalamnya mengenai PKL kali ini. Sungguh, saya tidak menyesali diri, hanya saja saya rasa segala sesuatunya berkaitan dengan hajat orang banyak haruslah ditimbang masak-masak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar