kenapa ada feminisme? karena terlalu banyak lelaki sombong yang tidak
sepadan dengan kedewasaannya sehingga menyakiti wanita-wantita yang berhati lembut
itu ato mungkin lebih tepatnya lagi membuat muak. sebenarnya semua
kerusakan itu ya akibat lelaki itu sendiri. *ga maksud dukung femin,
cuma coba berkaca ajah
sekarang coba
pikir dan lihat sekitar. lihat lagi laki-laki yang ada disekitar kita.
mereka dengan rentang usia 20-30 tahun, adakah yang benar-benar dewasa?
mungkin bisa dihitung dengan jari. kebanyakan dari laki-laki dengan
rentang usia 20 sampai 25 tahun -menurut pengamatan dan pengalaman
saya- mereka cenderung labil. selepas mereka dari masa remaja, mereka
bingung dan merasa terlalu cepat untuk tiba-tiba saja menjadi dewasa.
mereka merasa dituntut untuk menjadi dewasa karena mereka laki-laki. hal
itu menyebabkan tekanan yang kuat dalam diri laki-laki sehingga seperti
yang saya sebutkan sebelumnya, mereka jadi labil dan kekanakan. sikap
dewasa mereka hanya kamuflase.
Baru
pada usia 25 sampai 30 tahun mereka mulai menyadari bahwa kedewasaan itu
bukan tuntutan melainkan kewajiban yang melekat pada diri setiap orang
yang growing up, dan tidak memandang batas gender. Disini mereka kaum
lelaki mulai mempersiapkan diri dengan wisdom yang mereka dapatkan dari
berbagai sumber: pengalaman, lingkungan atopun idealisme pribadi.
sedangkan
wanita, dari sejak kecil mereka lebih pengertian, lebih bisa
mendengarkan orang yang berbicara maupun berkeluh kesah. bukan saya
memihak gender, tapi memang fitrah laki-laki dan perempuan seperti itu.
kebanyakan perempuan manja karena dorongan perasaan mereka kuat sekali.
Allah Maha Adil. karena hal-hal
diatas tentu saja wanita diberi hak dan kewajiban sebagai istri, dan
laki-laki diberi hak dan kewajiban sebagai suami.
kebanyakan
kasus yang ada dalam pernikahan, wanita mulai muak terhadap tingkah
laku suaminya. mereka menganggap tidak ada solusi dan memutuskan untuk
bercerai. suamipun merasa istrinya begini begitu, yang ga taatlah, apa
lah.
padahal, Allah menciptakan
laki-laki demikian dan wanita demikian dengan satuu solusi yang jelas:
lakukan kewajiban satu sama lain, karena kewajiban yang satu adalah hak
bagi yang lain. kewajiban suami adalah hak istri. kewajiban istri adalah
hak suami.
jika mereka benar-benar
muak satu sama lain, maka ingat ini semua adalah ketentuan Allah. suami
harus ingat kalau kewajibannya bukan sebatas pada istrinya tapi juga
pada Allah. begitu juga istri, kewajibannya pada suami harus
dipertanggungjawabkan pada Allah kelak.
kesombongan
laki-laki hanya dapat benar-benar diruntuhkan apabila mereka ingat pada
Allah SWT. bukankah tiada lagi yang patut sombong selain Dia Yang Maha
Kuasa.
saya juga masih mencoba
bertahan dan menjalani kehidupan rumahtangga dengan seorang lelaki yang
masih labil dan tidak dewasa. meski demikian, saya berusaha untuk selalu
mengingat Allah karena Dia-lah penguat hati dan tekad saya.
semoga share kali ini dapat memberikan masukan positif untuk ladies and gentlemen sekalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar